Average Directional Index Movement (ADX), yang dikembangkan oleh J. Welles Wilder, adalah indikator yang digunakan untuk mengetahui kapan pasar mulai membentuk trend, seberapa kuat atau lemah trend itu dan kapan trend kemungkinan dimulai atau berakhir. ADX biasanya beriringan dengan dua garis yang disebut dengan Directional Movement Indicators (DMI). ADX sendiri merupakan rata-rata dari kedua garis tersebut. (Dalam contoh ini kami menggunakan graphic dari eSignal)

Garis tersebut adalah:
Positive Directional Indicator (+DI): garis yang mengukur kekuatan naiknya harga pada periode tertentu, warnanya Hitam
Negative Directional Indicator (-DI): garis yang mengukur kekuatan turunnya harga pada periode tertentu, warna Merah
Average Directional Index (ADX): berupa gabungan dari kedua garis (+DI dan -DI) pada periode tertentu, warna Biru

Jika +DI diatas -DI, harga bergerak naik dan ADX mengukur kekuatan Up Trend.
Jika -DI diatas +DI, harga bergerak turun dan ADX mengukur kekuatan Down Trend.

Banyak trader meyimpulkan nilai ADX diatas 20 menandakan trend sedang kuat, siap untuk memulai Tren Trading Strategi. Sebaliknya bila ADX dibawah 20 para trader akan menghindari strategi trending ini.

Kesimpulannya:
Jika garis ADX berada di daerah 0-20: Jangan ambil posisi, karena harga masih dalam tahap konsolidasi.
Jika garis ADX berada di daerah 20-30: Siap-siap ambil posisi, karena didaerah ini harga mulai bergerak baik naik (Uptren) atau turun (Downtren).
Jika garis ADX berada di daerah 30-40: Tren yang terjadi sedang KUAT, baik Uptren maupun Downtren.
Jika garis ADX berada di daerah 40-100: Tren yang sedang KUAT, yang menandakan berakhirnya suatu trend.

Nilai dari indikator ADX:
0 - 20 = Absent or Weak Trend
20 - 30 = Strong Trend
30 - 40 = Very Strong Trend
40 - 100 = Extremely Strong Trend

Momentum secara umum adalah harga yang merupakan kelanjutan dari tren. Indikator momentum dan tingkat perubahan menunjukkan nilai positif sewaktu terjadinya kenaikan harga dan nilai negatif sewaktu terjadinya penurunan harga.

Perlintasan naik ke atas menembus nilai nol dapat digunakan sebagai indikator sinyal beli, dan sebaliknya pada perlintasan turun ke bawah melewati nol adalah merupakan indikator sinyal jual. Seberapa rendah (sewaktu negatif) atau tingginya (sewaktu positif) indikator dapat menunjukkan seberapa kuatnya suatu tren.

Cara momentum menunjukkan perubahan absolut misalnya apabila terdapat kenaikan 300 sepanjang 20 hari, dimana tingkat perubahan memperlihatkan hal tersebut sebagai 0,25 untuk kenaikan sebesar 25% sepanjang periode yang sama.